Hadiah Untuk Sahabatku

Terik matahari menyinari dunia, hari ini adalah hari Senin, tanggal 31 Januari 2011.Aku terbangun dari mimpiku, semalam aku mimpi indah, aku langsung bergegas mandi, karena hari ini hari Senin, wajib untuk anak-anak berangkat pagi, untung saja sekarang baru pukul 05.30 jadi masih ada waktu untuk salat, oh iya hampir lupa namaku Pipin, sebenarnya itu bukan nama asliku, nama asliku Vina, tapi entah kenapa aku lebih suka dengan nama panggilan Pipi, mungkin terlihat lebih imut kali hihi…hi.Selesai mandi, aku langsung mengambil mukena pink kesayanganku, lalu aku salat, tak sampai 5 menit, aku selesai salat, lalu aku mengenakan seragam merah putih, aku sekarang duduk dikelas 6 SD Tunas Bangsa I, sahabat terbaikku adalah Ima, Ima itu cantik, kulitnya putih kemerah-merahan, rambutnya panjang pirang, lensa matanya berwarna biru tua agak kemuda-mudaan, pasti kalian pikir Ima itu adalah bule, ya kan ? Ima itu keturunan Belanda Jawa, Papanya orang Belanda sementara Bundanya orang Jawa, tetapi Ima lebih mirip orang luar ketimbang orang Jawa, tetapi sebenarnya sikapnya Jawa banget ><.Sekarang sudah pukul 06.15, aku yakin Ima pasti sudah datang, aku langsung menyuruh Kak.Ryan menyiapkan motor, Kak.Ryan itu kakaku, aku paling dekat dengannya, Kak.Ryan itu ganteng, kulitnya putih, tinggi lagi, Kak.Ryan hampir mirip seperti orang Jerman.Kalian mau tau aku kayak apa ? Aku itu tinggi, bisa dibilang cantiklah hihi.., kulitku putih, dan rambutku panjang berwarna merah kecoklatan, aku dan Kak.Ryan itu sebenarnya keturunan Jerman Arab, Papa keturunan Jerman, sementara Mama keturunan Arab.Aku mengetuk pintu kamar Kak.Ryan,
“Kak.Ryan, udah bangun belum ?”tanyaku dari luar kamarnya
“Sudah kok, kamu masuk saja”kata Kak.Ryan
“Kak, ayo! Pipin udah siap nih”kayaku sambil menarik tangan Kak.Ryan
“Sabarlah, kakak dandan dulu biar cakep hehe…”canda Kak.Ryan
“Ih… Kakak, m..biar Kak.Syasya nyangkut ya ?”tanyaku sambil cekikikan
“Tau aja he…hehe”balas Kak.Ryan, Kak.Syasya itu kakaknya Ima, Kak.Syasya hampir mirip sama Ima, cuam bedanya rambut Kak.Syasya itu sebahu.
Aku, dan Kak.Ryan menaiki motor Kak.Ryan, diperjalanan macet, tetapi tidak terlalu, untung saja, aku tidak telat sampai disekolah
“Pas banget, pukul 06.29″kataku dalam hati, aku langsung berlari kekelas, kelasku ada dilantai 2, dikelas sudah ada Diva, Cicila, Beni, Ricki, Alex, dan pastinya Ima.Aku menaruh tasku dibangku Ima,
“Tumben baru dateng, ngapain aja dari tadi pagi ?”tanya Ima sambil mengelengkan kepala
“He..hehe.., tadi macet Im, ya kayak  biasanyalah”jawabku.Bel berbunyi, anak-anak yang ada dikelas langsung berlari menuju lapangan, untung saja ada Pak.Rahma, jadinya tertib deh,
“Perhatian ! Bagi anak-anak yang masih ada dikelas segera memasuki lapangan, karena sebentar lagi upaca bendera akan dimulai”kata Bu.Rini, setelah semua anak terkumpul, upacara pun dimulai, aku paling suka saat kakak-kakak kelas 6 menyanyikan lagu SD kami,
“SD Tunas Bangsa sangat membanggakan, SD Tunas Bangsa sangat mengharumkan, siswa siswinya yang rajin membuat para guru bangga, SD kami paling baik, kami senang ada disini, teman-teman semua tak kenal rasa malu, kami berteman sepanjang waktu, sampai saatnya masuk tiba…., siswa siswi selalu akrab, kami senang disini” bagus ga ?.Setengah jam pun berlalu, kami semua dibubarkan, aku dan Ima memasuki kelas bersama,
“Ah…Pipin kamu sudah mengerjakan PR Bahasa ?”tanya Ima
“Sudah dong, dibantu sama Kak.Ryan, kamu sudah belum ?”tanyaku balik
“Aku belum mengerjakan, kemarin aku keasyikkan main PaintBall sama Kak.Syasya, dan Kak.Andre”kata Ima
“Ya sudah, nanti jujur saja”kataku menenagkan, lalu Miss.Sharpy memasuki kelas,
“Good Morning Miss, How Are ?”kata kami sekelas serempak
“Good Morning To, I’m fine, How about you ?”tanya Miss.Sharpy
“I’m fine to”jawab kami serempak, lalu Miss.Sharpy membuka bukunya
“Turn to page thirty, is there any homework?”
“There’s homework Miss, on page thirty-two of A to B”jawab anak-anak serempak
“Ok, if anyone is not doing homework?”tanya Miss.Sharpy, lalu Ima mengajungkan jari,
“I miss, I play Paintball same preoccupation yesterday my family, excuse me Miss”kata Ima menyesal
“Well, today I forgive you, but you still receive a penalty, you should not follow the language lesson today!”kata Miss.Sharpy, lalu Ima keluar kelas, mukanya sedih sekali,
“Well who else is not doing homework?”tanya Miss.Sharpy, lalu kami melanjutkan pelajaran Bahasa sekitar setengah jam pelajaran selesai, Ima memasuki kelas lagi,
“Im, gimana tadi diluar ?”tanyaku
“Menyedihkan”jawabnya singkat.
Sekolah usai, aku pun pulang kerumah, aku langsung memakai kaus pink, dengan rok putih kesayanganku, lalu aku membuka id.yahoo.com, ternyata Ima online,
Aku : Ima, tumben online
Cute_Girl : Kenapa ga boleh ya ?
Aku : Bolehlah, malahan sangat boleh
Cute_Girl : Eh tadi pas aku pulang, aku ketemu Rafa lo, anak SD Pembangunan II itu
Aku : Rafa tu kayak apa Ma ?
Cuet_Girl : Cakep tau…
Aku : Ih.. kamu kecil-kecil udah pacaran inget masi umur 12 tahun
Cute_Girl : Yaya.., ada PR ga ? Aku ga mau dihukum lagi
Aku : Ada, PR Mat yang latihan 32
Cute_Girl : O…. kalau yang itu aku udang ngerjain, eh aku offline dulu ya, ini Kak.Syasya mau pake, eh coba cek teman chating kamu, pasti Kak.Ryan online deh, pasti mereka mau chatingan deh, nganggu banget
Aku : Oke.. aku cek, jangan offline dulu yau
Teman Chating

Cute_Girl@yahoo.com (Ima)
Point_Boy@gmail.co.id (Ricki)
Geplek_Tahu@ymail.com (Beni)
CowoKeren@yahoo.com (Ryan)

Aku : Kak.Ryan online haha….
Cuet_Girl : Benerkan, ya dah aku offline ya bye bye
Selesai sudah acara chatingan kami, aku melihat kalender mejaku,
“Sekarang tanggal 31, hah tanggal 3 Ima ulang tahun, ngado apa ni ?!”kataku cemas, tahun lalu aku memberinya dress biru bergambar gadis kecil, masa tahun ini dress lagi, aku ingin memberikan hadiah yang uangnya hasil kerja kerasku sendiri.
Hari ini ada pelajaran kerajinan tangan, katanya kita akan diajari cara membuat dompet rafia yang cantik, saat diajari aku benar-benar memoerhatikannya, ternyata mudah.Aku berhasil membuat dompet pink yang cantik, lalu ada ide dibenakku
“Aha…. aku jual saja dompet ini disekolah, dan kompleks rumahku, kan banyak anak perempuan”kataku dalam hati.Pulang sekolah, aku membeli rafia warna pink, ungu, hijau, putih, kuning, hitam, biru, oren, dan merah, lalu aku mulai membuat dompetnya.Aku membuat 20 dompet, satunya aku jual seharga Rp 1.500,-., aku berkeliling kompleks, kebetulan sudah sore, pasti banyak anak kecil
“Halo semua ! Ada yang mau beli dompet ga ?”tanyaku pada adik-adik
“Kak aku mau dong yang warna pink”
“Aku juga kak” rame juga, selesai berjualan aku pulang kerumah
“10.000, 20.000, 30.000, wah ada Rp 30.000-. banyak juga cihuy bisa buat beli apa ya ?”kata ku senang.
Akhirnya tanggal 3 pun tiba, aku sudah membelikan Ima sebuah kaus merah bergambar kelinci dan celana jins pensil,
“Ima, selamat ulang tahun ini hadiah untuk mu”kataku seraya memberika hadiah untuknya
“Makasi ya”katanya senang
Aku senang dapat memberikan hadiah untuk sahabatku dengan uang hasil keringatku sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: